Selasa, 06 April 2010

Pemerintahan VOC-Hindia Belanda

A. PEMERINTAHAN  VOC

       Atas usul Johan Van Oldenbarneveld dibentuklah sebuah perusahaan yang disebut Vereemigde Oost Indische Compagnie (VOC) pada tanggal 20 Maret 1602 dan kemudian 1610  VOC diakui Pemerintah Nederlad sebagai pemerintahan di Ambon dan diangkatlah Gubernur Jendralnya  Pieter Both sampai 1619. Tujuan pembentukan VOC tidak lain adalah menghindarkan persaingan antar pengusaha Belanda (intern) serta mampu menghadapi persaingan dengan bangsa lain terutama Spanyol dan Portugis sebagai musuhnya (ekstern).  Sebagai Pemerintah VOC diberi oktroi (hak-hak istimewa) sebagai berikut :

1.    Dianggap sebagai wakil pemerintah Belanda di Asia
2.    Monopoli perdagangan
3.    Mencetak dang mengedarkan uang sendiri
4.    Mengadakan perjanjian
5.    Menaklukkan perang dengan negara lain
6.    Menjalankan kekuasaan kehakiman
7.    Pemungutan pajak
8.    Memiliki angkatan perang sendiri
9.    Mengadakan pemerintahan sendiri.

         Untuk melaksanakan kekuasaannya di Indonesia  diangkatlan jabatan Gubernur Jenderal VOC antara lain: Pieter Both, merupakan Gubernur Jenderal VOC pertama yang memerintah tahun 1610-1619 di Ambon. Kemudian digantikan oleh Jan Pieterzoon Coen 1619 ) , merupakan Gubernur Jenderal kedua yang memindahkan pusat VOC dari Ambon ke Jayakarta (Batavia). Karena letaknya strategis di tengah-tengah Nusantara memudahkan pelayaran ke Belanda. Adapun cara-cara yang ditempuh pemerintah VOC dalam menjalankan roda pemerintahan  antara lain :      

1. Melakukan pelayaran hongi  

2. Melakukan Ekstirpasi yaitu penebangan tanaman, milik rakyat  

3. Perjanjian dengan raja-raja setempat terutama yang kalah perang wajib menyerahkan hasil bumi yang dibutuhkan VOC dengan harga yang ditetapkan VOC. Penyerahan wajib disebut Verplichte Leverantien. Rakyat wajib menyerahkan hasil bumi sebagai pajak, yang disebut dengan istilah Contingenten 

         Pada pertengahan abad ke 18 VOC mengalamii kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan. 31 Desember 1799 , hal ini disebabkan hal – hal sebagai berikut :

1.  Banyak pegawai VOC yang curang dan korupsi

2. Banyak pengeluaran untuk biaya peperangan contoh perang melawan Hasanuddin dari Gowa.

3.  Banyaknya gaji yang harus dibayar karena kekuasaan yang luas membutuh kan pegawai yang banyak

4. Pembayaran Devident ( keuntungan ) bagi pemegang saham turut memberatkan setelah pemasukan VOC kekurangan

5. Bertambahnya saingan dagang di Asia terutama Inggris dan Perancis. Perubahan  politik di Belanda dengan berdirinya Republik Bataaf 1795 yang demokratis dan liberal menganjurkan perdagangan bebas.

B. PEMERINTAHAN HINDIA BELANDA

       Dengan dibubarkannya VOC maka 1 januari 1800 M Pemerintah Nederland  mengangkat Gubernur Jenderal untuk memerintah daerah kononial Hindia Belanda bernama Herman Willem Daendels ( 1800-1808 ).  Dengan tugas utama :

1. Mengisi kekosongan Kas Negara

2. Menjaga Pulau Jawa dari serangan atau ancaman Inggris

Maka Oleh Gubernur William Daendles diambil kebijakan-kebijakan antara lain :

1. Bidang Pertahanan

- Menambah jumlah prajurit menjadi 18.000 yang sebagian besar dari   suku-suku bangsa di Indonesia (pribumi)

-  Membangun benteng di beberapa kota dan pusat pertahananya di Kalijati Bandung

- Membangun jalan raya dari Anyer sampai Panarukan kurang lebih 1.000 kilometer yang diselesaikan dalam waktu 1 tahun dengan kerja paksa / rodi di setiap 7 kilometer dibangun pos jaga.

- Membangun armada laut dan pelabuhan dengan pusat di Surabaya

2 Bidang Keuangan

-  Mengeluarkan mata uang kertas

- Menjual tanah produktif milik rakyat kepada swasta sehingga muncul tanah swasta (partikelir) yang banyak dimiliki orang Cina, Arab, Belanda.

- Meningkatkan pemasukan uang dengan cara-cara sebelumnya (VOC) yaitu memborongkan pungutan pajak. Contingenten, Penanaman Kopi.

3. Bidang Pemerintahan :

-  Membentuk sekretariat negara untuk membereskan administrasi negara

- Kedudukan Bupati sebagai penguasa tradisional diatur  menjadi pegawai pemerintahan dan digaji.

- Memindahkan pusat pemerintahan dari Sunda Kelapa ke Welterreden (sekarang gedung Mahkamah Agung di Jakarta)

- Pulau Jawa dibagi menjadi 9 perfec/wilayah.

- Membangun kantor-kantor pengadilan

                Adapun positif adalah bahwa H.W daendles adalah gubernur Jendral yang mengadakan perubahan pemerintahan dan hukum di Hindia Belanda ( tanah jajahan ) dengan cara Modern. Sedangkan Sisi negatif pemerintahan Daendels adalah membiarkan terus praktek perbudakan serta hubungan dengan raja-raja di Jawa yang buruk, sehingga menimbulkan perlawanan. Pada tahun 1811 Daendels ditarik ke Eropa digantikan oleh Gubernur Jendral Jansen yang semula bertugas di Tanjung Harapan (Afrika Selatan)

C. INGGRIS DI INDONESIA

Pada tahun 1811 dengan memanfaatkan kelemahan Gubernur Jendral Jansen , maka direbutkan Hindia Belanda ( Indonesia ) oleh Inggris , dibawah  pimpinan Inggris di India yaitu Lord Minto memerintahkan Thomas Stamford Raffles yang berkedudukan di Penang (Malaya) untuk menguasai Pulau Jawa. Dengan mengerahkan 60 kapal, Inggris berhasil menduduki Batavia pada tanggal 26 Agustus 1811 dan pada tanggal 18 September 1811 Belanda menyerah melalui rekapitulasi Tuntang, Isinya :

1. Pulau Jawa dan sekitarnya dikuasai Inggris 

2. Semua tentara Belanda menjadi Tawanan Inggris

3. Orang Belanda dapat dijadikan pegawai Inggris.

      Gubernur Jendral pertama Inggris di Hindia Belanda , ditunjuklah Thomas Stamford Raffles ( 1811-1816 ) dan diambillah kebijakan-kebijakan :

1.  Bidang pemerintahan

                - Membagi Pulau Jawa menjadi 18 karesidenan

                - Mengangkat Bupati menjadi pegawai negeri yang digaj

                - Mempraktekan sistem yuri dalam pengadilan seperti di Inggris

                - Melarang adanya perbudakan

                - Membangun pusat pemerintahan di Istana Bogor

2. Bidang perekonomian dan keuangan

- Melaksanakan sistem sewa tanah (Land rente), Tindakan ini didasarkan pada   pendapatan bahwa pemerintah Inggris adalah yang berkuasa atas semua tanah, sehingga penduduk yang menempati tanah wajib membayar pajak.

- Meneruskan usaha yang pernah dilakukan Belanda misalnya penjualan tanah kepada swasta, serta penanaman kopi.

- Melakukan penanaman bebas, melibatkan rakyat ikut serta dalam perdagangan.

- Memonopoli garam agar tidak dipermainkan dalam perdagangan karena sangat penting bagi rakyat.

- Menghapus segala penyerahan wajib dan kerja rodi

Di samping tindakan Raffles di bidang pemerintahaan dan perekonomian/ keuangan tersebut masih ada tindakan lain yang berpegaruh bagi Indonesia? Selain pengusaha, Raffles juga seorang sarjana yang sangat tertarik dengan sejarah dan keadaan alam Indonesia.

- Membangun gedung Harmoni di jalan Majapahit Jakarta  untuk Lembaga Ilmu pengetahuan yang berdiri sejak tahun 1778 bernama Bataviaasch Genootschap

 - Menyusun sejarah Jawa berjudul “Histori of Jawa“ yang terbit tahun 1817. 

 - Namanya diabadikan pada sebuah nama bunga Bangkai raksasa yang ditemukan seorang ahli Botani bernama Arnold di Bengkulu dan Raffles adalah Gubernur Jenderal di daerah tersebut. Tahukah anda nama bunga tersebut?Rafflesia Arnoldi namanya.  

- Isteri Raffles bernama Olivia Marianne merintis pembuatan kebun Raya Bogor.

-Tindakan yang merugikan Indonesia adalah pada masa T.S.Raffles, benda-benda    banyak  purbakala banyak di boyang untuk memperkaya musium Calcutta di India di antaranya prasasti Airlangga tahun 1042 yang sering disebut Batu Calcutta

            Sejarah dan Permasalahan lahir,  dengan adanya Konggres Wina 1814, akibatnya maka masalah sesama bangsa Eropa yang terjadi ditanah jajahan dikeluarkan ” Convensi Of Londom ” yang isinya :

1. Belanda menerima jajahannya kembali yang diberikan kepada Inggris dalam rekapitulasi Tuntang

2.  Inggris memperoleh Tanjung harapan dan sri Langka dari Belanda.

      Pada Tahun 1824 Inggris dan Belanda kembali berunding melalui ” Treaty Of London”  tahun 1824 isinya antara lain menegaskan :

1. Belanda memberikan Malaka kepada Inggris dan sebaliknya Inggris memberikan Bengkulu kepada Belanda.

2. Belanda dapat berkuasa di sebelah selatan garis paralel Singapura sedangkan Inggis di sebelah Utaranya.

Sejak inilah bangsa hindia Belanda ( Indonesia ) menjadi jajahan kembali Bangsa Belanda dan dengan Sejarah  dibawah Gubernur Jendral ” Van Den Bosch ” yang dikenal dengan ” Cultur Stelselnya ”.

 continue ....

 

 

 

 

 

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Bagus banget.. Tugas ku jadi terbantu... Terima Kasih... :D

    BalasHapus