Jumat, 26 Maret 2010

*) Ken Arok, Raja-raja Dulu Ke Masa kini




A. Intepretasi Dalam Geneologi Ken Arok

Dalam sejarah Indonesia Lama , Raja rajasa ( Ken Arok ) adalah pendiri kerajaan singosari, yang dalam penelitian berdasarkan geneologi dikatakan tidak jelas asal-usulnya karena tidak ada sumber sejarah yang memperkuat keberadaan ken arok sebagai keturunan raja.
Terhadap asal usul Ken Arok yang tidak jelas tersebut, Drs. R. Pitono menganalisis berdasar isi cerita Kitab Pararaton : " Ken Arok dilahirkan di desa Sumberpucung, Kab. Malang Selatan sebagai anak dari seorang Pemuda Tani Gajahpala dengan Ken Endok sebagai layaknya perkawinan syah " Tetapi disitu juga disebutkan bahwa Ken Arok adalah anak seorang dewa Brahma , anak angkat dewa syiwa dan penjelmaan dewa wisnu "
Hal inilah oleh Drs. R. Pitono dianggap sebagai usaha rakyat kecil atau biasa untuk pengesahan atau legitimasi Ken Arok dalam mempertkuat kedudukannya dalam mendirikan dinastri baru yang diberi nama " Girindra " setelah melakukan kudeta pada Bupati Tunggul Ametung di dalam Istana Tumapel wilayah Kediri.
Senada hal di atas apa yang dikatakan oleh Sanusi Pane " bahwa maksud cerita pararaton di atas adalah untuk menyatakan bahwa : Ken Arok adalah manusia luar biasa dalam menjalankan strategi untuk menjadi raja . Hal ini juga diperkuat dengan intepretasi Dr. Priyohutomo dalam bukunya " Sejarah Kebudayaan Indonesia II " bahwa Ken Arok adalah seorang laki-laki keturunan rakyat biasa yang membunuh rajanya dengan strategi jitu kemudian mengawini Ken dedes istri raja , karena ingin menjadi raja ".
Lain halnya apa yang dikatakan oleh Ahli Efigrafi " Drs. Buchari " , bahwa berdasarkan sistem kemasyarakatan dan kepercayaan zaman kuno waktu itu perlu di pertanyakan :
1. Apakah tokoh Ken Arok itu tokoh historis atau tidak ? karena dalam kitab " Negara Kertagama " dikatakan bahwa Raja Sri rajasa dicandikan di Kagenengan, Raja Hayam Wuruk pernah mengunjungi dan memuja di dalamnya. Ini menunjukkan Geneologi bahwa Ken Arok ada dan benar-benar adalah tokoh historis.
2. Siapa Ken arok sebenarnya ? dalam masyarakat hindu waktu itu yang memegang teguh caturwarna atau kasta dengan ketat, bisa meloloskan wangsa sudra atau waysa dan dengan mudah bisa merebut kekuasaan penguasa atau Brahma. Dari kitab Pararaton bisa di analisis , bahwa Ibu Ken Arok dikatakan pada suatu hari dihadang oleh Dewa Brahma, dihutan pada waktu mengabdi 40 hari pada suaminya gajahpala dan karena tertarik kemudian melakukan senggama. Karena tahu istrinya disenggamai Brahma maka gajahpala 5 hari ( ada yang mengatakan 3 bulan ) kemudian meninggal.
Ken Endok istri Gajahpala kemudian hamil sampai melahirkan seorang bayi laki-laki, kemudian dibuanglah bayi itu oleh ibunya dipekuburan, dan ternyata bayi itu mempunyai keajaibandapat mengeluarkan cahaya atau sinar. Persoalan inilah yang dianalisis oleh Drs. Buchari dan Prof. Dr. Slamet Mulyana bahwa Ken Endok atau Istri Gajahpala diperkosa orang, lalu sipa pemerkosa itu yang dikatakan dengan lambang Dewa Brahma ?
Perlu diketahui bahwa menurut kitab-kitab hukum kerajaan dituliskan, tindakan pemerkosaan disebut paradhara dengan sanksinya adalah hukuman mati , suami wanita yang diperkosa itu berhak membunuh si pemerkosa. Namun ternyata cerita Pararaton bercerita sebaliknya artinya tidak sesuai dengan kitab hukum yang ada. Dari analisis logis tersebut di atas dapat disimpulkan " Orang yang memperkosa adalah Penguasa Waktu itu yakni Tunggul Ametung "hal ini didasarkan pada :
a. Penguasa luput dari jangkauan hukum karena dia dewa Brahma ( wakil Tuhan ), bahkan mempunyai kemampuan untuk menyingkirkan laki-laki suami ken Endok.
b. Sinar yang keluar dari Ken Arok adalah sebagai gambaran bahwa dia adalah keturunan bangsawan atau sang raja atau "trahing kusumo-rembesing madu -tedaking andono warih".
c. Kemudahan Ken Arok dalam setiap melakukan kejahatan dan tertangkap selalu bisa lepas karena dibantu dewa Brahma atau Raja
d. Dengan mudahnya ken Arok diterima menjadi Prajurit untuk keluar masuk istana mendampingi dan menjaga Ken Dedes istri Raja Tunggul Ametung
B. Intepretasi Skandal Ken Endok dengan Tunggul Ametung
Dalam Kitab Negara Kertagama nampak bahwa seorang penguasa atau pejabat tidak terlalu terikat dengan kaidah hukum dan norma-norma kesusilaan , dimana wanita cantik zaman Jenggala , Kediri dan Majapahit dianggap milik raja, dipilih sebanyak-banyaknya dan dibawah masuk kedalam istana. Sehingga timbul pertanyaan benarkah Ken Endok diperkosa ?
Rupanya Tunggul Ametung sebagai raja, dalam Pararaton diceritakan bahwa setelah dia mendengar di desa Palawijen Malang ada wanita cantik ( Ken Dedes ) , maka Tunggul Ametung terpesona dan tanpa seijin orang tuanya dilarikan ke Istana Tumapel. namun dengan cara yang tidak syah inilah Ken Dedes dengan kehormatannya dan keluguhannya sebagai wanita agamis berusaha menjaga kemurnian dirinya sampai beberapa lama dalam perenungan, karena Ayahnya seorang pertapa taat.
Keadaan yang sepi dan Ken Dedes yang belum sembuh dari penderitaan bathin, karena cara nya dan dipisahkan dengan orang tuanya, menyebabkan Tunggul Ametung mencari hiburan untuk berburu berbulan-bulan menghilangkan rasa jenuh sambil menunggu cintanya Ken Dedes datang. Ditengah hutan pedesaan yang sunyi seorang wanita yang konon bernama " Ken Endok " sebagai pengantin baru sedang mengirim suaminya yang bekerja sebagai petani selama 40 hari sebagai tanda kesetiaan terhadap suami adalah merupakan budaya yang wajib dilakukan dalam .
Dari sinilah peristiwa besar dan akibatnya akan terjadi, kombinasi kondisi Ken Dedes yang sangat diharapkan dan Kondisi pelampiasan yang sesuai dengan selera diluar istana . Maka dengan kesabaran, pengamatan, kebiasaan keseharian, dengan mencurahkan hati serta keampuhan kekuasaannya digunakan sebaik-baiknya oleh Tunggul Ametung untuk merayu dan memberi janji pada Ken Endok, tentu saja harapan yang gemilang ini meluluhkan hati dan menyebabkan Ken Endok mau melakukan skandal yang mestinya tidak boleh dilakukan. Setelah dirasa cukup waktu Tunggul Ametung menunggu, maka kehamilan ken Endok terjadi yang tentu saja Tunggul Ametung memberi tanda khusus tentang putranya bersama dengan Ken Endok dan Kembalilah ia ke Istana. .
Setelah Ken Endok melahirkan maka menimbulkan suatu bencana di masyarakat, ia dikucilkan dan putranya dianggap sebagai anak yang membawa bencana, sedangkan janji Tunggul Ametung dalam kesetiaan tiada kunjung datang. Keadaan ini tentu saja juga menimpa keluarganya, maka jalan yang ditempuh adalah membuang atau diletakkanlah bayi mungil didalam pekuburan dengan diberi tanda khusus pemberian Tunggul Ametung dengan harapan dapat dipelihara orang lain dan nantinya dapat dikenal ayahnya.
C. Ken Arok Mencari Jati Diri
Dengan tanda khusus sebagai lambang anak pembesar ditemukan bayi mungil oleh seorang pencuri, Ken Endok menengok pagi harinya dan titip pada penemu tersebut dan sekaligus diberi Nama Ken Arok. Peristiwa awal skandal dan dipelihara oleh lingkungan yang keras menjadikan Ken Arok remaja menjadi pemuda yang brutal dan keras , perangai merasa kuat sebagai anak pencuri yang ditakuti muncul dan perbuatan-perbuatan maksiat menjadi kebiasaan hidup sehari-hari.
Lambat-laun dalam perkembangannya Ken Arok menjadi sampah masyarakat, menjadi musuh masyarakat karena perbuatannya, menjadi hantu bagi para orang kaya , karena harta dan nyawanya menjadi tiada berharga bagi Ken Arok. Pengejaran dilakukan masyarakat dan para Prajurit serta pembesar istana tiada membawa hasil, karena setiap kali tertangkap maka Brahma ( raja Tunggul Ametung ) melihat tanda Siapa Ken Arok sebenarnya ! dia melepaskannya.
Kecintaan seorang Ayah kapan dia bisa mendekap , menasehati dan berkasih sayang dengan putranya sebagai penggantinya nanti sangat dirasakan dalam bathinnya, namun rahasia sebagai putra hasil skndalpun harus ditutupi rapat-rapat oleh seorang raja. Maka diutuslah seorang pendeta Brahmana " Lohgawe" untuk membawa, mendidiknya bahkan menjadi orang tua angkat agar status Ken Arok sebagai putra bangsawan dalam caturwarna terpenuhi dengan tujuan bahwa suatu saat nanti ia bisa masuk ke istana bertemu dengan ayahandanya yaitu Tunggul Ametung.
Kondisi masyarakat dan istana tercipta, dengan anggapan bahwa ken Arok adalah putra pendeta " Lohgawe" dan dengan kepandaiannya ken Arok, maka animo masyarakat dan istana menyatakan pantas kiranya masuk ke istana untuk menjadi kepala prajurit dan pengawal istana.
Anggapan Tunggul Ametung dalam bathinnya bahwa Ken Arok putranya yang tampan, sudah seumur dengan Ken Dedes tidak akan berbuat yang merugikan kerajaan dan keluarga raja ternyata sangat keliru. Pengawalan terhadap Ken Dedes oleh Ken Arok kemanapun pergi dan berada telah menjadi Bencana dan skandal baru dalam percintaan, dimana gambaran peristiwa itu dalam Pararaton sangat romantis.
Seorang Pujangga kerajaan menceritakan kebenaran yang dilakukan raja justru bisa dikutuk dewa, sehingga apapun kesalahan yang dilakukan raja adalah benar dan haq dan harus diimajinasikan sebagai perbuatan dewa yang membawa hikmah bagi kehidupan atau menjadi prahara atau goro-goro dibelakang hari. Dari pemikiran yang demikian itu secara logika dewasa ini pujangga Pararaton dan Negarakertagama telah menyembunyikan beberapa hal : skandal kawin paksa ( kawin lari ) terhadap ken Dedes, skandal pemaksaan kehendak terhadap ken Endok sampai melahirkan anak diluar nikah, skandal strategi kudeta ken arok melibatkan Empu gandring dan Kebo Ijo ( istilah jawa Nabok nyilih tangan ) dan skandal cinta segitiga antara ken Arok sebagai anak, Tunggul ametung sebagai ayah dan ken Dedes sebagai Ibu sekaligus sebagai wanita yang murni masih perawan diwaktu curhat dengan Ken Arok dengan ditunjukkan melalui cerita pararaton " ketika turun dari kereta maka tersingkaplah kain penutup Ken dedes oleh angin, dan Ken arok melihat pada kemaluannya memancarkan sinar terang ".
Dengan bantuan Pendeta logawe dan tanda khusus yang dimiliki Ken Arok sudah tidak ada persoalan bahwa Ken Arok adalah pengganti Raja Tumapel dan Ken arok memang putra Tunggul Ametung yang dalam sejarahnya akan tetap dianggap sebagai silsilah syah bahkan diakui sebagai cikal bakal yang menurunkan raja-raja Singasari dan Majapahit.
Inilah asal usul Ken Arok, sebagai sumbang sih analisis dan intepretasi logis !

"ternyata agaknya kacang gak ninggal lanjaran"
"buah jatuh tidak jauh dari pohonnya " begitulah rangkaian kehidupan ...sebagai keadilan Tuhan
Lihat juga Intepretasi tentang " Asal Usul Gajah Mada dari berbagai Versi"
anambintar@gmail.com




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar